SEKILAS TENTANG BIDANG TANAMAN WILAYAH TENGAH
Mengingat core business PTPN XI adalah gula melalui pengoperasian 16 PG berbahan baku tebu, fokus perhatian terhadap peningkatan produktivitas tanaman menjadi sangat urgen. Perubahan lingkungan strategik memaksa cara-cara pengelolaan organisasi tidak lagi dapat mengandalkan keberhasilan di masa lalu. Modal dasar berupa kesesuaian lahan dan agroklimat, tersedianya agroekoteknologi, para petani yang dapat diajak bekerja keras melalui cara-cara cerdas, adanya lembaga penelitian pergulaan bereputasi global yang sangat kompeten, dan terbukanya peluang kerja-sama dengan mitra strategik, akan sangat penting artinya bagi peningkatan produktivitas tanaman. Penyesuaian struktur organisasi terus bergulir agar perusahaan mampu meningkatkan kinerja dalam lingkungan yang makin turbulen.
Bidang ini memberikan supervisi secara intensif ke PG-PG agar praktek budidaya terbaik (best agricultural practices) dapat dilaksanakan dengan baik dan taat asas. Perhatian lain yang menjadi concern, menyangkut penyediaan bibit bermutu (baik untuk kebun sendiri maupun petani tebu rakyat), penataan varietas (mengarah proporsi masak awal, tengah, dan akhir dengan komposisi 30-40-30%), pengendalian jasad pengganggu, kecukupan agro-inoputs, dan perbaikan manajemen tebang-angkut yang menunjang keberhasilan teknologi pascapanen. Bidang ini juga menyiapkan kebun percontohan yang diskenariokan dapat menjadi wahana transfer teknologi dan sarana pembelajaran terkait peningkatan produktivitas bagi para petani tebu.
Sebagai tindak lanjut Keputusan Menteri Negara BUMN Bo. KEP-202/MBU/2009 tanggal 30 September 2009, Direktorat Tanaman dibagi menjadi 3 bidang/wilayah :
- Wilayah Barat dengan wilayah kerja PG Soedhono, PG Poerwodadie, PG Redjosarie, PG Pagottan, dan PG Kanigoro.
- Wilayah Tengah dengan wilayah kerja PG Kedawoeng, PG Wonolangan, PG Gending, PG Padjarakan, PG Djatiroto, dan PG Semboro
- Wilayah Timur dengan wilayah kerja PG Wringinanom, PG Olean, PG Pandjie, PG Assembagoes, dan PG Pradjekan.
Tugas utama Bidang Tanaman pada ketiga wilayah adalah memantapkan bahan baku tebu sesuai kapasitas giling semua PG serta pengkajian dan penataan wilayah kerja masing-masing PG.
PROFIL KEPALA BIDANG TANAMAN WILAYAH TENGAH
Sejak Maret 20012, Kepala Bidang Tanaman Wilayah Tengah dijabat Suhardi. Lahir di Kediri tahun 1958. Menyelesaikan pendidikan S-1 Proteksi Tanaman dari Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Di tengah kesibukannya bekerja, Suhardi juga menyempatkan diri merah gelar S-1 Administrasi Niaga dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Jember. Pendidikan tambahan antara lain Kursus Manajemen Perkebunan Madya, Kursus Manajemen Perkebunan, dan Kursus Manajemen Perkebunan Lanjutan yang semuanya diperoleh dari Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta. Selain itu, juga pelatihan bidang agronomi, penyuluhan pertanian, dan kepemimpinan sosial.
Mengawali karier sebagai Sinder Wilayah di PG Djatiroto tahun 1983. Dalam perjalanan kariernya, Suhardi antara lain pernah menjabat Kepala Bagian Tanaman PG Pradjekan, Staf Senior Bidang Agronomi Kantor Pusat, Kepala Bagian Tanaman PG Padjarakan, serta Administratur di beberapa PG (Padjarakan, Kedawoeng, Pradjekan, Semboro dan Pagottan).