Bidang Sumber Daya Manusia

SEKILAS TENTANG BIDANG SDM

Sumber-daya manusia (SDM) memegang peranan  penting dalam keberhasilan usaha PTPN XI.  Peningkatan kualitasnya terus dilakukan sejalan dengan tugas-tugas dihadapi, baik untuk kondisi sekarang maupun mendatang.  Pengembangan yang sejalan dengan budaya perusahaan dan sasaran manajemen menjadi concern.

Pada tahun 2008, jumlah SDM PTPN XI mencapai 15.179 orang, terdiri dari karyawan golongan I-IV (6.976 orang), kampanye (4.655 orang), Perjanjian Kerja Waktu Terbatas (3.387 orang), dan tenaga honorer (161 orang).

Apabila produktivitas didefinisikan sebagai perbandingan antara jumlah gula milik PG (231.760 ton) terhadap jumlah karyawan, maka pada tahun 2008 tercapai 15,27 orang.  Dengan total  biaya SDM tercatat Rp. 462,32 milyar dan biaya produksi Rp. 1.252 milyar, maka perbandingan antara biaya SDM terhadap biaya produksi adalah 37%.

Pada saat ini Bidang SDM juga bertanggung jawab terhadap pengelolaan Manajemen Risiko. Cakupan dari Manajemen Risiko pada dasarnya adalah melakukan pengkajian atas risiko yang ditimbulkan dari aktivitas bisnis yang dijalankan perusahaan

Manajemen Risiko

Dalam menjalankan usahanya, setiap perusahaan aan menghadapi risiko yang bersifat keruigian (downside) maupun peluang (upside).Dinamika dan sifat lingkungan operasi perusahaan menimbulkan dampak terhadap aspek finansial, operasi, dan sumber daya manusia.  Kejadian-kejadian rutin seperti rotasi tugas karyawan, pengembangan layanan baru atau bahkan perubahan regulasi juga berpotensi menimbulkan risiko.

Manajemen risiko adalah upaya mendefinisikan, menganalisis, dan mengelola risiko sedemikian rupa sehingga perusahaan senantiasa dapat menerapkan pengendalian atas kondisi saat ini maupun antisipasi potensi risiko yang mungkin timbul di kelak kemudian hari sehingga dapat memenuhi sasaran dan tujuannya.  Secara teoritik, setidaknya terdapat 4 alasan mengapa diperlukan manajemen risiko : (1) mengelola risiko adalah tugas manajemen l (2) manajemen risiko dapat mengurangi volatilitas pendapatan (3) manajemen risiko dapat memaksimalkan nilai aset pemegang saham ; dan (4) manajemen risiko memperbesar peluang kerja dan jaminan finansial.

Kesadaran akan risiko adalah awal titik awal proses manajemen risiko.  Tujuian upoaya pengembangan kesadaran akan risiko adalah untuk memastikan bahwa setiap orang di dalam perusahaan secara proaktif mengidentifikasi risiko-risiko perusahaan, secara serius memikirkan konsekuensi risiko-risiko yang menjadi tanggung jawabnya, dan mengkomunikasikan ke seluruh organisasi (ke atas dan ke bawah) berbagai risiko yang perlu mendapatkan perhatian pihak lain. Penilaian terhadap risiko setidaknya menyangkut beberapa hal, seperti exposure, volatilitas, probabilitas, tingkat kerugian (severity), rentang waktu (time horizon), korelasi, dan modal.

Beberapa kali lokakarya yang melibatkan Direksi, Kepala Bidang, Pimpinan Unit Usaha telah dilakukan guna mengidemtifikasi risiko yang dihadapi perusahaan.Dari identifikasi tersebut kemudian dilakukan pemetaan risiko dan upaya penanggulangan daro alternatif yang paling memungkinkan agar sasaran dan tujuan manajemen pada masing-masing lini sebagai bagian integral sasaran dan tujuan secara korporat dapat dicapai.  Dari identifikasi juga ditemukan terdapat sejumlah risiko yang harus dihadapi perusahaan, antara lain risiko rendemen rendah, sumber-daya manusia, berat tebu, biaya produksi tinggi, pemasaran, pengadaan, dan lain-lain.

 

PROFIL KEPALA BIDANG SDM

Widjaja  lahir di Surabaya tahun 1964, mendapatkan pendidikan Sarjana Statistik Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya tahun 1988. Berbagai pendidikan tambahan telah diikuti, antara lain Kursus Manajemen Perkebunan Madya, Kursus Manajemen Perkebunan, yang semuanya ditempuh di Lembaga Pendidikan Perkebunan, serta beberapa pelatihan dan seminar lainnya.

Sebelum dipercaya menjadi Kepala Bidang SDM, Widjaja pernah menjabat Asisten Kepala Bidang GCG, RM & Aset dan pada awal tahun 2012 beliau menjabat sebagai Kepala Bidang GCG, RM & asset sekaligus merangkap Sekretaris Perusahaan.

Latest Article

NTPPR 104,85, Indikator Meningkatnya Kesejahteraan Petani Perkebunan

SURABAYA (10/07/2014) Pembangunan nasional pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan [...]

SULFA, Efektif bagi Lahan Full Mekanisasi

SURABAYA (04/07/2014) Pemupukan secara tepat menjadi salah satu kunci mendongkrak produktivitas laha[...]

932.375 Ton Tebu Tergiling

SURABAYA (27/6/2014) -  Hingga 26/6/2014, PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) telah menggiling teb[...]

Pergerakan Harga Gula Mengkhawatirkan

SURABAYA (27/6/2014) – Pergerakan dan pembentukan harga gula berbahan baku tebu di pasar domes[...]

Pengumuman

Jam Kerja Selama Ramadhan 1435-H

SURABAYA (27/6/2014) – Untuk memberikan kesempatan kepada warga perusahaan yang menjalankan puasa dan ibadah lain di bulan suci Ramadhan 1435-H [...]

Pelatihan Pemadaman Kebakaran

SURABAYA (27/6/2014) – Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bahaya kebakaran yang tidak diinginkan, Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara [...]

Kegiatan PTPN XI

(14/07) Harga Gula Dunia Mulai Menggeliat USD 446,90

SURABAYA(15/07/2014) meski tren minggu melemah, harga gula kristal putih (white plantation sugar) pada Bursa Berjangka London pada transaksi hari Seni[...]

(11/07) Harga Gula Terus Tergerus USD 448,30

SURABAYA (14/07/2014) harga gula kristal putih ((plantation white sugar ) terus tergerus, hingga akhir pekan lalu ditutup pada harga USD 448,30 untuk [...]

PTPN-XI Online and its related marks are trademark of PTPN XI Copyright 2009
songoo.com all right reserved