PG Wringin Anom

SEKILAS TENTANG PG WRINGINANOM

Berdirinya Pabrik Gula Wringin Anom didikan pada tahun 1881 oleh  Factory yang berkedudukan di Belanda. Pada tahun 1958, seluruh perusahaan milik Belanda diambil alih dibawah kekuasaan pemerintahan RI dan dinasionalisasikan. Pada tahun 1969 diadakan reorganisasi dan dibentuk unit-unit.

Pada tahun 1968 dibentuk Perusahaan Negara Perkebunan (PNP XXV) yang mengolah 6 Pabrik Gula dan 1 Rumah Sakit di wilayah Situbondo dan Bondowoso, termasuk Pabrik Gula Wringin Anom pada tahun 1974 berubah bentuk menjadi PT. Perkebunan XXV (Persero) Pada Tanggal 13 September 1975 PTP. XXIV dan PTP. XXV dilebur menjadi PT. Perkebunan XXIV-XXV (Persero) yang terdiri dari 9 unit usaha.

Pada tanggal 11 Maret 1996 PT. Perkebunan XXIV-XXV (Persero) dan PT. Perkebunan XX (Persero) digabung dan berubah bentuk menjadi PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) yang terdiri dari 23 unit usaha.

Sedikit melihat ke belakang, dalam sejarahnya pada tahun 1980-an PG ini hampir pernah dibekuoperasikan karena rendemen dicapai hanya 11,0%. Kondisi memang sudah berubah sejalan perubahan frontal pada tatanan di semua aspek kehidupan dan lingkungan, termasuk tidak adanya lagi kawasan tata ruang budidaya tebu dan kebebasan petani untuk mengusahakan tanaman apa saja yang dinilai paling menguntungkan, namun PG Wringin Anom tetap eksis dan terus berkembang.

Pada tahun 2011, PG Wringin Anom merencanakan giling tebu sebanyak 155.852,0 ton (tebu sendiri 11.500,0 ton dan tebu rakyat 144.352,0 ton) yang diperoleh dari areal seluas 1.890,0 ha (TS 125,0 ha dan TR  1.765,0  ha).Gula dihasilkan diproyeksikan mencapai 11.262,4 ton (milik PG 4.229,9 ton dan milik petani 7.032,5 ton) dan tetes 7.013,5 ton. Kapasitas PG 1.150,0 tth (tidak termasuk jam berhenti) atau 1.031,4 tth sudah termasuk jam berhenti.

Pengembangan areal terus dilakukan, baik TS maupun TR, seirama kapabilitas PG untuk menggiling tebu lebih banyak. Sasaran utama adalah daerah sawah berpengairan teknis yang secara agronomis juga digunakan untuk budidaya padi dan palawija. PG Wringin Anom  yakin melalui penerapan agroekoteknologi, kecukupan agroinputs, penataan masa tanam, dan perbaikan manajemen tebang-angkut, produktvitas yang meningkat akan menjadi daya tarik bagi petani untuk menjadikan tebu sebagai komoditas alternatif. Selain itu, pengembangan juga dilakukan ke lahan kering sepanjang air dapat dipompa secara artesis. Upaya menarik animo petani juga dilakukan melalui perbaikan kinerja pabrik dan kelancaran giling.

Sadar akan pentingnya tebu rakyat dalam pemenuhan kebutuhan bakan baku dan pengembangan PG lebih lanjut, pelayanan prima kepada petani teru diupayakan dengan sebaik-baiknya.  Secara periodik, PG menyelenggarakan Forum Temu Kemitraan (FTK) guna membahas berbagai persoalan yang dihadapi petani, baik di luar maupun dalam masa giling.  Dalam upaya peningkatan produktivitas, PG  Wringin Anom  antara lain melakukan optimalisasi masa tanaman dan  penataan varietas menuju komposisi ideal dengan proporsi antara masak awal, tengah dan akhir dengan sasaran 2010/11 berbanding 30-40-30. Melalui kebun semacam ini, petani diharapkan dapat belajar lebih banyak tentang pengelolaan kebun melalui best agricultural practices.

 

PROFIL ADMINISTRATUR

Sejak Maret 2011, Administratur PG Wringin Anom dijabat oleh Murtiastono. Lahir di Kediri tahun 1957. Menyelesaikan pendidikan S-1 Program Studi Pengelolaan Lapang Produksi (Agronomi) dari IPB.  Tambahan pendidikan antara lain Kursus Manajemen Perkebunan dari Lembaga Pendidikan Perkebunan.  Selain itu, beberapa kali mendapatkan pelatihan berkaitan dengan agronomi dan penyuluhan pertanian.

Mengawali karier sebagai Sinder Kebun di PG Pelaihari. Dalam perjalanan kariernya, Murtiastono antara lain pernah menjabat Kepala Bagian Tanaman, Aministratur PG Kanigoro, dan Staf Ahli.

Leave a Reply

*

Latest Article

Sumber Benih Tebu dengan Teknik Kultur Jaringan

Pemerintah telah mencanangkan swasembada gula nasional.Namun dalam perkembangannya, pergulaan nasion[...]

Pemerintah Harus Lindungi Industri Gula

YOGYAKARTA (21/4/2014) -Pemerintah mendatang didesak untuk melindungi industri gula nasional. Bila t[...]

Menuju Industri Berbasis Sucro-Energy

YOGYAKARYA (21/4/2014) – Industri gula nasional masih menghadapi sejumlah permasalahan krusial[...]

Karyawan Apple soal Kantornya

SURABAYA (KOMPAS.com) — Rumput di halaman tetangga memang selalu terlihat lebih hijau. Begitu pun [...]

Pengumuman

Gunaryo, Komut Baru PTPN XI

SURABAYA (8/4/2014) – Setelah Eko Prasojo diangkat sebagai Komisaris Utama PT Timah Tbk, posisi Komisaris Utama PTPN XI akhirnya dipercayakan Me[...]

Budi Hidayat, Dirut PTPN XIV

SURABAYA (6/4/204) – Seteah sempat mengalami kevakuman beberapa saat, akhirnya posisi Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara XIV (Persero) yang [...]

Kegiatan PTPN XI

Kepala Daerah yang Alihfungsikan Sawah Hukumnya Lebih Berat

    SURABAYA(24-04-2014) Menteri Pertanian RI Suswono mengingatkan, para bupati dan walikota untuk tidak sembarangan mengalihfungsikan lahan[...]

Rakor Persiapan Giling BUMN Gula

SURABAYA (24-4-2014) Jelang musim giling yang diperkirakan bulan Mei-Juni nanti, BUMN gula melakukan rapat koordinasi persiapan giling 2014 pada hari [...]

PTPN-XI Online and its related marks are trademark of PTPN XI Copyright 2009
songoo.com all right reserved