PG Gending

SEKILAS TENTANG PG GENDING

Pabrik Gula Gending yang berlokasi di Desa Sebaung, Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur didirikan oleh Pemerintah Hindia  Belanda tahun 1830 dimana waktu itu dikelola oleh Culture Bank Maatschappy. Pada tahun 1957 dengan adanya perkembangan politik Indonesia, maka perusahaan tersebut diambil alih dari Pemerintah Hindia  Belanda ke tangan Pemerintah Indonesia yang berlangsung sampai tahun 1962. Pada tahun 1962-1968 PG. Gending berada pada naungan daerah VII.

Kemudian tahun 1968 1975 semua Pabrik Gula yang dulunya bernaung dibawah inspeksi VII dirubah dan bernaung dibawah Perusahaan Negara Perkebunan XXIV. Menurut Peraturan Pemerintah RI Nomor 15 Tahun 1975 tentang Penggalian bentuk Perusahaan Negara Perkebunan XXV, maka mulai bulan Juni 1975 Pabrik Gula Gending dibawah naungan PT. Perkebunan XXIV – XXV (Persero) yang berkedudukan di jalan Merak No. 1 Surabaya.

Pada tahun 1995 dalam rangka efisiensi BUMN, maka PG. Gending dibawah naungan PT. Perkebunan Kelompok Jawa Timur yang meliputi PT. Perkebunan XX, XXIV, XXV, XXIII dan XXIX berubah menjadi PT. Perkebunana Nusantara IX (Persero). Hal ini berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 16 Tanggal 14 Februari 1996 tentang Peleburan Perusahaan Persero yaitu PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero).

Dalam sejarahnya, angin kencang yang berhembus sekitar PG Gending membuat fotosintesis tanaman berlangsung dengan baik sehingga potensial menunjang tebu rendemen tinggi.Kondisi tersebut mengalami transformasi sejak dunia terkena sindrom perubahan iklim global (global climate change).

Khusus untuk tahun giling 2011, PG Gending merencanakan giling tebu sebanyak 197.445,0 ton (tebu sendiri 19.870,0 ton dan tebu rakyat 177.575,0 ton) yang diperoleh dari areal seluas 2.710,0 ha (TS 225,0 ha dan TR 2.485,0 ha). Gula dihasilkan diproyeksikan mencapai 14.219,1 ton (milik PG 5.624,9 ton dan milik petani 8.594,2 ton) dan tetes 8.885,2 ton. Selain areal berasal dari kecamatan dalam wilayah Kabupaten Probolinggo, juga terdapat di Kabupaten Lumajang yang pembinaannya dilakukan PG Gending sejak awal. Kapasitas PG 1.650,0 tth (tidak termasuk jam berhenti) atau 1.349,1 tth sudah termasuk jam berhenti.

PG Gending beberapa kali mengalami pemantapan kapasitas sejalan meningkatnya ketersediaan tebu dari yang semula hanya 1.200 tth. Pengembangan areal terus dilakukan, baik TS maupun TR, seirama kapabilitas PG untuk menggiling tebu lebih banyak.  Sasaran utama adalah daerah sawah berpengairan teknis yang secara agronomis juga digunakan untuk budidaya padi dan palawija.  PG Gending yakin melalui penerapan agroekoteknologi, kecukupan agroinputs, penataan masa tanam, dan perbaikan manajemen tebang-angkut, produktvitas yang meningkat akan menjadi daya tarik bagi petani untuk menjadikan tebu sebagai komoditas alternatif.  Selain itu, pengembangan juga dilakukan ke lahan kering sepanjang air dapat dipompa secara artesis.  Upaya menarik animo petani juga dilakukan melalui perbaikan kinerja pabrik dan kelancaran giling.

Sadar akan pentingnya tebu rakyat dalam pemenuhan kebutuhan bakan baku dan pengembangan PG lebih lanjut, pelayanan prima kepada petani teru diupayakan dengan sebaik-baiknya.  Secara periodik, PG menyelenggarakan Forum Temu Kemitraan (FTK) guna membahas berbagai persoalan yang dihadapi petani, baik di luar maupun dalam masa giling.

Dalam upaya peningkatan produktivitas, PG Gending  antara lain melakukan optimalisasi masa tanaman dan  penataan varietas menuju komposisi ideal dengan proporsi antara masak awal, tengah dan akhir dengan sasaran 2010/11 berbanding 30-40-30. Melalui kebun semacam ini, petani diharapkan dapat belajar lebih banyak tentang pengelolaan kebun melalui best agricultural practices.

 

PROFIL ADMINISTRATUR

Sejak Maret 2011, Administratur PG Gending dijabat oleh Moch. Syafii.  Pria kelahiran Lumajang tahun 1956 ini menambatkan pendidikan S-1 dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Brawijaya.  Mengawali karier sebagai Staf Bagian Administrasi, Keuangan dan Umum (AKU) di PG Pandjie tahun 1982.

Dalam perjalannya antara lain pernah menjadi Kepala AKU PG Wonolangan dan Asisten Biro SPI PTPN XI, dan Kepala Bidang Umum dan PKBL.

Leave a Reply

Latest Article

NTPPR 104,85, Indikator Meningkatnya Kesejahteraan Petani Perkebunan

SURABAYA (10/07/2014) Pembangunan nasional pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan [...]

SULFA, Efektif bagi Lahan Full Mekanisasi

SURABAYA (04/07/2014) Pemupukan secara tepat menjadi salah satu kunci mendongkrak produktivitas laha[...]

932.375 Ton Tebu Tergiling

SURABAYA (27/6/2014) -  Hingga 26/6/2014, PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) telah menggiling teb[...]

Pergerakan Harga Gula Mengkhawatirkan

SURABAYA (27/6/2014) – Pergerakan dan pembentukan harga gula berbahan baku tebu di pasar domes[...]

Pengumuman

Jam Kerja Selama Ramadhan 1435-H

SURABAYA (27/6/2014) – Untuk memberikan kesempatan kepada warga perusahaan yang menjalankan puasa dan ibadah lain di bulan suci Ramadhan 1435-H [...]

Pelatihan Pemadaman Kebakaran

SURABAYA (27/6/2014) – Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bahaya kebakaran yang tidak diinginkan, Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara [...]

Kegiatan PTPN XI

(14/07) Harga Gula Dunia Mulai Menggeliat USD 446,90

SURABAYA(15/07/2014) meski tren minggu melemah, harga gula kristal putih (white plantation sugar) pada Bursa Berjangka London pada transaksi hari Seni[...]

(11/07) Harga Gula Terus Tergerus USD 448,30

SURABAYA (14/07/2014) harga gula kristal putih ((plantation white sugar ) terus tergerus, hingga akhir pekan lalu ditutup pada harga USD 448,30 untuk [...]

PTPN-XI Online and its related marks are trademark of PTPN XI Copyright 2009
songoo.com all right reserved