YOGYAKARTA (9/11/2010) – Secara sederhana kompetisi dibedakan menjadi dua, pertama disebut kompetensi umum (soft competency) yang berhubungan dengan motivasi, sifat dasar dan kosep diri seseorang serta nilai-nilai yang diyakininya. Kedua, dikenal sebagai kompetensi khusus (hard competency) yang terdiri atas pengetahuan dan ketrampilan.

Bahwa kajian mengenai kompetensi dan kinerja ini telah banyak dilakukan sebelumnya, bahkan memperkuat gambaran signifikansi pengaruh kompetensi terhadap kinerja. Namun berdasar pengalaman empiris Endang Suraningsih selaku administrator dan assesor di bidang assesment center BUMN Perkebunan maupun Perkebunan Besar Swasta (PBS) di Indonesia selama 20 tahun pandangan tersebut tidak selalu demikian. Ia menyimpulkan bahwa kompetensi tidak selalu berkorelasi positif terhadap kinerja secara signifikan.  Hal tersebut tentu menimbulkan dugaan, selain variabel kompetensi yang berpengaruh pada kinerja, diduga terdapat variabel lain yang secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi kinerja.

Dalam disertasi untuk meraih gelar doktor dalam psikologi di Universitas Gadjah Mada yang dipertahankannya saat ujian terbuka di kampus Bulaksumur, Yogyakarta,  Selasa (9/11/2010, Endang Suraningsih berhasil menemukan beberapa variabel lain yang berpengaruh terhadap kinerja diantaranya variabel kepemimpinan yang ia pilih sebagai variabel tambahan dalam peneliannya. Berkaitan dengan kinerja ini, katanya terdapat empat meta analisis dari literatur militer dan psikologi organisasi telah mengungkap hubungan antara kepemimpinan transformasional dengan kinerja yang lebih kuat dan positif dibandingkan dengan gaya kepemimpinan transaksional dan kepemimpinan pembiaran.  Sementara secara spesifik kepemimpinan transformasional berkorelasi dengan efektivitas, kemudian kepemimpinan transaksional dan gaya kepemimpinan pasif.  Kedua jenis korelasi ini kemudian secara bersama-sama membentuk apa yang disebut sebagai ‘a full range leadership.

Dari penelitian yang ia lakukan selama tiga tahun (2006-2008) di PT Perkebunan Nusantara III (Persero) di wilayah kerja Sumatra Utara dengan 400 responden yang melibatkan karyawan pimpinan strata IV-VI (setingkat manajer lini pertama, madya dan puncak di unit produksi berhasil menyimpulkan bahwa kompetensi umum berpengaruh secara langsung terhadap kinerja, dan besarnya pengaruh berbeda-beda untuk masing-masing strata. Pengelolaan kompetensi umum harus disesuaikan dengan strata jabatan. Sementara persepsi pada perilaku kepemimpinan berpengaruh secara langsung terhadap kinerja. Persepsi pada perilaku kepemimpinan transformasional meningkatkan dampak pengaruh kepemimpinan transaksional terhadap kinerja. Persepsi pada perilaku kepemimpinan transformasional atasan langsung telah meningkatkan pengaruh kompetensi umum terhadap kinerja.

Dari desertasi “Pengaruh Kompetensi Umum dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Manajer pada Badan Usaha Milik Negara Perkebunan” disampaikan rekomendasi bahwa implementasi hasil penelitian ini adalah pentingnya pengembangan kepemimpinan transformasional yang mampu meningkatkan efek dari kepemimpinan trnsakasional dalam pengembangan kompetensi umum manajer di perusahaan perlu ditekankan. Sebab kontribusi pengaruh kompetensi umum signifikan dalam pencapaian kinerja manajer yang pada akhirnya terakumulasi pada kinerja perusahaan.  Bahwa pengelolaan kompetensi umum dan pengembangan gaya kepemimpinan juga harus disesuaikan dengan strata jabatan.

SUMBER : ugm.ac.id (9/11/2010)

Posted in: Artikel.
Last Modified: November 9, 2010

Leave a reply

required