JAKARTA (bisnis.com): Kementerian Perdagangan menyatakan pedagang gula lebih memilih membeli gula milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dari pada gula petani, karena petani enggan dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) 10%. Direktur Bina Pasar dan Distribusi Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Jimmy Bella mengatakan pedagang lebih memilih membeli gula milik PTPN dan RNI, karena sudah mencantumkan faktur PPN.

“Gula milik petani belum mencantumkan faktur pajak, sehingga pedagang ketakutan kalau dikejar-kejar petugas pajak,” ujarnya kepada Bisnis, kemarin. Dia menjelaskan berdasarkan UU No. 42/2009 tentang PPN dan PPnBM, gula masuk ke dalam barang yang kena PPN.  “Sebelum ada revisi UU itu pun, gula sudah dikenakan PPN. Jadi, dari dulu memang gula sudah dikenakan PPN. Melalui revisi UU tersebut, lalu dipertegas,” katanya.

Jimmy menuturkan selama ini, gula milik petani tidak dibayar PPN 10%, sedangkan gula milik PTPN dan RNI telah membayar PPN 10%.  Selama ini, petani tebu, kata dia, telah menikmati tidak membayar PPN 10%. Padahal, berdasarkan UU, gula merupakan produk yang kena PPN 10%.

Mulai tahun ini, menurut dia, petugas pajak akan menagih PPN kepada pedagang gula. Sehingga, pedagang gula harus memperhitungkan PPN saat membeli gula dari petani.  Dia mencontohkan harga lelang gula Rp7.000 per kg. Pedagang gula, kata dia, harus membayar PPN 10% atau Rp700 per kg.  Oleh karena itu, pedagang membeli gula milik petani sebesar Rp6.300 per kg, karena belum termasuk PPN.

Adapun, gula milik PTPN dan RNI dibeli dengan harga Rp7.000 per kg, karena sudah mencakup PPN sebesar 10% atau Rp700 per kg.  “Kalau pedagang gula membeli dengan harga sama [gula milik petani dan PTPN], maka pedagang akan rugi, karena kan gula petani belum termasuk PPN10%,” ujarnya.

UU No. 42/2009 tentang PPN dan PPnBM, disebutkan secara jelas barang apa saja yang tidak dikenakan PPN.  Pasal 4A, menyebutkan beberapa jenis barang yang tidak dikenakan PPN yaitu barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya.  Barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak seperti jagung, beras, kedelai juga tidak dikenakan PPN.  Selain itu, makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya juga tidak dikenakan PPN.

“Dari dulu pun, gula sudah dikenakan PPN 10%, tetapi selama ini gula petani tidak membayar PPN itu,” jelasnya.  Menurut Jimmy, petani enggan memasukkan komponen PPN 10% ke dalam harga gula, sehingga menyebabkan pedagang enggan membeli.


Oleh: Sepudin Zuhri

SUMBER ; bisnis.co.id (11/6/2010)

Posted in: Artikel.
Last Modified: June 14, 2010

Leave a reply

required