Produksi Core Business (Pabrik Gula)
Hingga kini, gula yang merupakan core business PTPN XI adalah komoditas vital-strategik dalam ekonomi pangan Indonesia. Keberadaannya tidak hanya diperlukan untuk sebagai pemanis berkalori yang menjadi salah satu bahan kebutuhan pokok (basic needs) masyarakat, melainkan juga bahan baku bagi industri makanan dan minuman. Pola produksinya yang melibatkan petani tebu selaku pemasok bahan baku PG, menjadikan fluktuasi areal dan produktivitasnya secara otomatis berpengaruh terghadap kinerja produksi. Lebih dari 81% bahan baku pada semua PG di lingkungan PTPN XI berasal dari tebu rakyat. Keberhasilan dalam peningkatan produktivitas tebu rakyat dengan sendirinya menjadi sangat penting.
Di samping mengandalkan tebu yang berasal dari petani, PTPN XI juga mengelola tebu sendiri (TS) baik yang berasal dari kebun sendiri (lahan hak guna usaha pada 3 PG) maupun persewaan dari lahan petani sekitar. Selain merupakan profit centre, pengelolaan tebu sendiri juga dimaksudkan memberikan contoh kepada petani tentang praktek budidaya terbaik (best agricultural practices). Dengan demikian, TS menjadi media pembelajaran dan pertukaran informasi terkait pemanfaatan varietas baru dan agroekoteknologi sesuai kondisi ekosistem setempat.
Secara keseluruhan pada tahun 2010, 16 PG di lingkungan PTPN XI berhasil menggiling tebu sebanyak 5.570.019,3 ton dari areal pengusahaan seluas 66.373,6 hektar. Jumlah tersebut naik dibanding tahun 2009 yang mencapai 5.246.757,5 ton yang diperoleh dari areal pengusahaan tebu seluas 69.476,0 ha.
Gula dihasilkan sebanyak 318.868,6 ton dan tetes 276.932,7 ton. Dengan demikian, bila dibandingkan realisasi tahun 2009 jumlah tebu tergiling dan areal masing-masing naik 6,2% dan turun sebesar 4,5,%, sedangkan dari sisi produksi gula dan tetes juga turun sebesar 11,4% dan naik sebesar 0,4%. Gula milik PG juga mengalami penurunan dari 203.096,5 ton menjadi 173.898,1 ton. Demikian juga gula milik petani yang mengalami penurunan dari 156.658,4 ton menjadi 144.970,5 ton.
Pada tahun 2010 PTPN XI mengalami penurunan produktivitas hablur/ha dari 5,17 ton (2009) menjadi 4,78 ton (2010). Penurunan rendemen terkait anomali cuaca yang mengakibatkan pembungaan tebu lebih awal. Selain itu hujan terjadi saat pembentukan rendemen dalam bentuk tidak optimalnya fotosintesis yang melibatkan reaksi biokimia sangat kompleks pada khlorifil dengan bantuan radiasi matahari.
Kinerja Produksi Gula dan Tetes
| No | Uraian | Satuan | 2009 | 2010 | % Capaian
|
| 1 | Luas Areal | hektar | 69.476,0 | 66.373,6 | 95,5 |
| 2 | Tebu Digiling | ton | 5.246.757,5 | 5.570.019,3 | 106,2 |
| 3 | Produksi Gula
Milik PG Milik Petani |
ton
ton ton |
359.754,9
203.096,5 156.658,4 |
318.868,6
173.898,1 144.970,5 |
88,6
85,6 92,5 |
| 4 | Produksi Hablur | ton | 358.931,8 | 317.561,6 | 88,5 |
| 5 | Produksi Tetes | ton | 275.793,7 | 276.932,7 | 100,4 |
| 6 | Produktivitas
Tebu Rendemen Hablur |
ton/ha % ton/ha |
75,5 6,84 5,17 |
83,9 5,7 4,78 |
111,1 83,3 92,5 |
Dari inventarisasi penyebab masalah atas tidak tercapainya produktivitas diketahui :
- Curah hujan yang tinggi mengakibatkan pertumbuhan tebu memanjang dan tebu menjadi muda kembali.
- Tebu berbunga seluas 1.941,7 ha (TS dan TR).
- Tebu roboh seluas 2.297,6 ha (TS dan TR).
- Pola tebang tidak sesuai SOP akibat terjadi hujan diawal giling.
- Tebu terbakar sebanyak 78.059,80.
- Tingginya jam berhenti A dan B ( jam berhenti A sebesar 265,4 % RKAP dan jam berhenti B sebesar 140,4 % RKAP).
Produksi Non Core Business
Secara umum kinerja hasil usaha non core business (meliputi alkohol, spiritus, karung dan RS) pencapaiannya dibandingkan dengan realisasi 2007 disajikan pada tabel berikut :
Produksi Non Core Business
| No | Uraian | Satuan | 2009 | 2010 | % Capaian
|
| 1 | Alkohol | liter | 5.265.000 | 2.188.500 | 41,6 |
| 2 | Spiritus | liter | 1.211.550 | 271.900 | 22,4 |
| 3 | Karung Plastik | lembar | 11.004.218 | 10.231.510 | 93,0 |
| 4 | Karung Goni | lembar | 81.435 | 0 | - |
| 5 | Tali dan Kain Goni | kg | 133.007 | 0 | - |
| 6 | White Sugar Eks Impor | ton | 0 | 91.247 | 0 |
| 7 | Eks Raw Sugar | ton | 0 | 0 | 0 |
| 8 | Rumah Sakit :
BOR Hari Perawatan Jumlah Tempat Tidur |
% hari unit |
60,73 74.038 334 |
67,17 79.799 334 |
94,3 102,0 100,0 |
Realisasi hasil produksi non core business terealisasi di bawah RKAP 2010. Produksi alkohol dan spiritus terealisasi masing-masing sebesar 62,3 % dan 27,2 % dari RKAP karena tingginya harga tetes sebagai bahan baku alkohol/spiritus (142,3 % RKAP). Produksi karung plastik terealisasi 85,3 % RKAP karena produksi gula PTPN XI tidak mencapai RKAP. Sebagian besar produksi karung plastik digunakan oleh PG sesaudara. Adapun realisasi kinerja Rumah Sakit relatif belum mencapai target RKAP 2010 dan relatif sama dengan realisasi tahun 2009.