Gula masih merupakan sumber pendapatan utama PTPN XI. Sangat logis bila fluktuasi perolehan gula milik PG (baik yang berasal dari tebu sendiri maupun bagi hasil atas kemitraan dengan tebu rakyat) dan harga berdampak luas terhadap kinerja perusahaan. Keberadaan Indonesia sebagai produsen (untuk gula kistal putih) dan importir (gula rafinasi dan raw sugar) menjadikan perubahan sekecil apa pun pada lingkungan strategik berimbas terhadap terbentuknya harga domestik. Para pedagang menggunakan transaksi di Bursa Berjangka London dan New York sebagai referensi saat melakukan transaksi atas gula milik PTPN XI.
Realisasi penjualan hasil produksi gula milik sendiri, tetes, alkohol, spiritus, karung dan tali/ kain goni, karung plastik serta filament tahun 2010 dibandingkan realisasi tahun 2009 adalah sebagai berikut :
Volume Penjualan Hasil Produksi 2009-2010
| No | Uraian | Satuan | 2009 | 2010 | % Capaian
|
| 1 | Gula | ton | 209.751 | 173.164 | 82,6 |
| 2 | Tetes | ton | 289.641 | 229.265 | 79,2 |
| 3 | Alkohol | liter | 3.943.370 | 236.540 | 6,0 |
| 4 | Spiritus | liter | 1.211.550 | 271.400 | 22,4 |
| 5 | Karung Plastik | lembar | 8.529.666 | 5.937.393 | 69,6 |
| 6 | Karung Goni | lembar | 106.719 | 2.852 | 2,7 |
| 7 | Tali dan Kain Goni | kg | 110.786 | 29.468 | 26,6 |
| 8 | Filament | kg | 38.776 | 32.589 | 84,0 |
Realisasi penjualan gula sepanjang 2010 lalu 173.164 ton atau lebih rendah dibanding realisasi 2009 yang mencapai 209.751 ton karena tidak tercapainya produksi gula milik PG. Sementara penjualan tetes mencapai 229.265 ton, juga lebih rendah dibanding realisasi 2009 yang mencapai 289.641 ton. Penjualan hasil produksi non core business seperti alkohol, spiritus, karung plastik, dan tali/kain goni dan multifilament juga tampak lebih rendah dibanding realisasi tahun 2009. Sebagai ilustrasi, penjualan alkohol sebesar 236.540 liter dibanding 3.943.370 liter pada aktivitas 2009. Demikian juga spiritus yang turun dari 1.211.550 liter (2009) menjadi 271.400 liter (2010).
Jumlah persediaan akhir gula dan tetes 2010 dibanding 2009 dapat dilihat pada tabel berikut :
Realisasi Persediaan dan Penjualan Gula dan Tetes.
| No | Uraian | Satuan | 2009 | 2010 | % Capaian
|
| 1 | GULA
Persediaan Awal Produksi Milik Sendiri Siap Jual Penjualan Persediaan Akhir
|
ton |
11.038 203.097 214.135 209.751 4.384 |
4.383 173.898 178.282 173.164 5.117 |
39,7 85,6 83,3 82,6 116,7 |
| 2 | TETES
Persediaan Awal Produksi Siap Jual Penjualan Persediaan Akhir |
ton |
16.695 275.794 292.489 289.641 2.848 |
2.848 276.933 279.781 229.265 50.516 |
17,1 100,4 95,7 79,2 1773,7 |
Membaiknya kondisi pasar pergulaan pada tahun 2010 berdampak pada realisasi persediaan akhir gula dan tetes tahun 2010 (116,7% terhadap persediaan akhir gula tahun 2009 dan 1.773,7 % terhadap persediaan akhir tetes tahun 2009). Tingginya persediaan tetes karena konsumen per 31 Desember 2010 belum mengambil tetes yang telah dibeli. Akibatnya perusahaan belum dapat mengakui tetes tersebut sebagai pendapatan karena belum terjadi perpindahan resiko.