Pemasaran

Gula masih merupakan sumber pendapatan utama PTPN XI.  Sangat logis bila fluktuasi perolehan gula milik PG (baik yang berasal dari tebu sendiri maupun bagi hasil atas kemitraan dengan tebu rakyat) dan harga berdampak luas terhadap kinerja perusahaan.  Keberadaan Indonesia sebagai produsen (untuk gula kistal putih) dan importir (gula rafinasi dan raw sugar) menjadikan perubahan sekecil apa pun pada lingkungan strategik berimbas terhadap terbentuknya harga domestik.  Para pedagang menggunakan transaksi di Bursa Berjangka London dan New York sebagai referensi saat melakukan transaksi atas gula milik PTPN XI.

Realisasi penjualan hasil produksi gula milik sendiri, tetes, alkohol, spiritus, karung dan tali/ kain goni, karung plastik serta gula impor tahun 2008 dibandingkan realisasi tahun 2007 dan RKAP 2008 sebagai berikut.

Volume Penjualan Hasil Produksi Tahun 2008

No

Uraian

Satuan

2007

2008

% Capaian

1 Gula

ton

204.338

228.722

138,4

2 Tetes

ton

279.487

363.285

130,0

3 Alkohol

liter

4.119.033

6.055.820

147,0

4 Spiritus

liter

1.746.750

1.600.900

91,7

5 Karung Plastik

lembar

68.731

9.823.962

104,0

6 Karung Goni

lembar

128.082

105.047

152,8

7 Tali dan Kain Goni

kg

128.520

125.596

98,1

8 White Sugar eks Impor

ton

98.520

0

0

9 Eks Raw Sugar

ton

40.225

0138,4

0

Realisasi penjualan gula mencapai 282.722 ton atau 38,4% lebih tinggi dibanding realisasi  2007 sebesar 204.388 ton sebagai upaya mengkompensasi jatuhnya  akibat jenuhnya pasar  karena ditengarai merembesnya gula rafinasi di pasaran konsumen.  Murahnya harga gula dunia mendorong industri makanan dan minuman meningkatkan volume impor gula rafinasi secara langsung ke pasar global.  Pasar gula rafinasi produksi dalam negeri berbahan baku raw sugar impor yang tertekan dan jumlahnya impor yang disinyalir lebih banyak dibanding kebutuhan, menyebabkan stagnasi penjualan sesuai segmennya membuat sebagian mengalir ke pasar eceran.  Meskipun pada periode triwulan IV/2008 terdapat kecenderungan kenaikan harga gula, tetapi karena kondisi pasar belum cukup kondusif peluang tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Dalam pada itu, penjualan hasil produksi non core business seperti tetes, alkohol, karung plastik, dan tali/kain goni relatif lebih baik dibanding realisasi tahun 2007.  Jumlah persediaan akhir gula dan tetes dapat dilihat di tabel.

Realisasi Persediaan dan Penjualan Gula dan Tetes.

No

Uraian

Satuan

2007

2008

% Capaian

1

GULA

Persediaan Awal

Produksi Milik Sendiri

Siap Jual

Penjualan

Persediaan Akhir

ton

16.754

249.584

266.338

204.338

62.000

62.000

231.760

293.760

282.722

11.038

370,1

92,9

110,3

138,4

17,8

2

TETES

Persediaan Awal

Produksi

Siap Jual

Penjualan

Persediaan Akhir

ton

29.497

324.173

353.670

279.487

74.183

74.183

309.245

383.428

366.733

16.694

251,5

95,4

108,4

131,2

22,5

Sebagai akibat terjadinya penurunan produksi,  realisasi penjualan gula eks produksi 2008 dan persediaan akhir gula tahun 2008 mengalami penurunan cukup signifikan.  Kondisi lainnya adalah harga gula yang kurang kondusif menyusul murahnya harga gula dunia, sebagian gula rafinasi ditengarai masuk ke pasar eceran dan menjadi kompetitor tidak sehat terhadap gula lokal sebagaimana diuraikan di atas.  Dalam beberapa kali tender gula milik petani, harga terbentuk berada di bawah harga pokok penyanggaan (floor price) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp. 5.000 per kg.

Latest Article

Urbanisasi Terpusat

YOGYAKARTA  (6/9/2010) – Percepatan pertumbuhan penduduk perkotaan dari tahun ke tahun terus [...]

Gandum Picu Lonjakan Harga Pangan

ROMA (6/9/2010) – Kenaikan harga gandum mengakibatkan lonjakan  bulanan terbesar harga pangan[...]

Klaster Industri Berbasis Tebu

SURABAYA (6/9/2010) – Untuk membahas dan menyelesaikan berbagai persoalan terkait peningkatan [...]

Harga Gula untuk Memotivasi Petani

SURABAYA (6/9/2010) – Membaiknya harga gula sepanjang masa giling 2010, setidaknya sampai awal[...]

Pengumuman

Evaluasi Kinerja 4 PG

SURABAYA (6/9/2010) – Untuk mengetahui gambaran tentang pencapaian kinerja, hambatan dihadapi, dan solusi konstruktif yang dilakukan unit usaha,[...]

Koordinasi Kelancaran Giling PG-PG Madiun

SURABAYA (01/09/2010) – Untuk mewujudkan harapan manajemen agar giling tidak mengalami kekurangan bahan baku dan lancar, koordinasi yang bersifa[...]

Kegiatan PTPN XI

Harga White Sugar Naik, Raw Turun

SURABAYA (6/9/2010) – Meski dengan besaran tipis, harga gula (white sugar) di pasar global masih menunjukkan trend penguatan. Isyarat tersebut s[...]

Terjadi Trend Penguatan Rendemen

SURABAYA (3/9/2010) – Mulai banyaknya tebu yang ditebang dengan umur cukup disertai radiasi matahari pada kondisi optimal, PG-PG di lingkungan P[...]

PTPN-XI Online and its related marks are trademark of PTPN XI Copyright 2009
songoo.com all right reserved