Impor Gula Rafinasi 2015 Diusulkan 3,2 Juta Ton

SURABAYA (19/11/2014) Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) saat ini telah merealisasikan seluruh izin impor gula mentah yang diberikan. Untuk alokasi impor tahun depan, AGRI mengharap impor gula mentah pada tahun 2015 mendatang sebanyak 3,2 juta ton.

Ketua Umum AGRI Wisnu Hendraningrat mengatakan, permohonan alokasi impor tersebut dikarenakan tumbuhnya kebutuhan gula untuk industri makanan dan minuman yang mencapai 6% per tahun. “Setiap tahun kenaikan 6% kebutuhan gula untuk industri makanan dan minuman,” kata Wisnu, Senin (17/11).

read more

Kementan: Peredaran Gula Rafinasi Perlu Diperketat?

SURABAYA (19/11/2014) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Gamal Nasir, mendesak agar dilakukan audit terhadap produsen-produsen gula rafinasi yang mengimpor gula mentah untuk kebutuhan gula industri. Pasalnya, gula rafinasi yang harusnya hanya mereka jual kepada industri banyak merembes ke pasar umum sehingga gula kristal putih (GKP) produksi dalam negeri tidak terjual.

Gara-gara rembesan gula rafinasi itu, gula milik petani tebu pun tak terjual dan merugikan petani. “Kan itu Kemenperin yang memberikan rekomendasi, Kemendag yang impor, memang harus diaudit. Jangan sampai banjir ke pasar, tata niaganya harus dibenahi. Ini kan sekarang gula petani ambruk karena disinyalir ada rembesan,” kata Gamal kapada wartawan di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (18/11).

read more

Pemerintah Bangun 10 Pabrik Gula

SURABAYA (19/11/2014) Kementerian Pertanian dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara berniat membangun sepuluh pabrik gula besar. Menurut Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Natsir, investasi yang dibutuhkan untuk proyek ini mencapai Rp 42,5 triliun.

Meski berisiko tinggi, pembangunan pabrik gula mendesak. Sebab, dari 52 yang ada, hanya sepuluh yang beroperasi dengan baik,” kata Gamal dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Pertanian, Selasa, 18 November 2014. (Baca: Kurang Bahan Baku, 4 Pabrik Gula Rafinasi Tutup)

read more

Lebih Dekat Tentang PRG NXI 4T (7-Habis)

NXI 4T. Mata tunas di atas bungkus pangkal pelepah, tidak melampaui lingkar tumbuh

NXI 4T. Mata tunas di atas bungkus pangkal pelepah, tidak melampaui lingkar tumbuh

 

Tebu PRG toleran kekeringan NXI-4T telah mendapatkan sertifikasi Keamanan Lingkungan dari Kantor Menteri Lingkungan Hidup / Menteri Pertanian dengan nomor B- 945/MENLH/08/2011 (copy surat di Lampiran 8 dan 9), dan sertifikat Keamanan Pangan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) nomor HK.04.1.52.10.12.6489 tahun 2012. Kedua sertifikasi tersebut menunjukan bahwa tebu PRG toleran kekeringan NXI-4T aman dibudidayakan tidak menimbulkan terjadinya gene flow ke organisme non-target atau kemungkinan menjadi tanaman yang invasive (gulma super) dan tebu PRG tersebut aman dikonsumsi tidak akan menimbulkan racun ataupun senyawa alergen. Dengan telah didapatkannya kedua sertifikasi tersebut, maka tebu PRG toleran kekeringan NXI-4T dapat dikomersialkan dan bisa mendapatkan sertifikasi pelepasan varietas.

read more

MAHASISWA S2 PTPN XI, DI WISUDA

WISUDA. PTPN XI memandang bahwa karyawan dalam perusahaan merupakan salah satu faktor penentu yang sangat penting dalam pencapaian tujuan perusahaan.

WISUDA. PTPN XI memandang bahwa karyawan dalam perusahaan merupakan salah satu faktor penentu yang sangat penting dalam pencapaian tujuan perusahaan.

 

SURABAYA (27/08/2014) Sabtu (23/08) sebanyak 6 mahasiswa S2 program pengembangan SDM PTPN XI mengikuti prosesi wisuda di Universitas Airlangga. Hal ini dikarenakan mahasiswa yang juga merupakan karyawan PTPN XI tesebut telah menyelesaikan pendidikannya di fakultas ekonomi bisnis Universitas Airlangga. Hingga akhir semester ganjil tahun akademik 2014/2015 ini sebanyak 15 orang karyawan PTPN XI peserta program telah lulus dan diwisuda.

read more