(18/12) Meroket, Harga Gula Dunia USD 391,20

GRAFIK HARGA. Setelah beberapa hari melemah, harga gula dunia meroket hingga USD 391,20

GRAFIK HARGA. Setelah beberapa hari melemah, harga gula dunia meroket hingga USD 391,20

SURABAYA (19/12/2014) Transaksi gula kristal putih (white sugar plantation) di bursa berjangka London  LIFFE  kontrak nomor 5 ditutup menguat signifikan. Harga meroket hingga USD 6,50  menjadi USD 391,20  untuk pengapalan bulan Maret 2015. Bulan Mei 2015 harga menjadi USD 400,80 (naik USD 5,80), bulan  Agustus 2015 menjadi USD 412,70 (naik USD 5,00), bulan Oktober 2015 menjadi USD 420 (naik USD 4,50)  dan pengapalan bulan Desember 2015 harga menjadi USD 429,30 atau naik sebesar USD 4,70.

read more

(17/12) Mulai Merangkak Naik, Harga Gula Dunia USD 384,70

GRAFIK HARGA. Setelah dua hari berturut-turut melemah signifikan, harga gula dunia mulai mengaut USD 384,70

GRAFIK HARGA. Setelah dua hari berturut-turut melemah signifikan, harga gula dunia mulai mengaut USD 384,70

SURABAYA (18/12/2014) Selama dua hari di awal pekan kemarin, harga gula kristal putih  (white kristal plantation) dunia melemah signifikan. Pelemahan harga gula tersebut dipicu oleh ekspektasi  peningkatan gula Brasil. Di sisi lain jatuhnya harga minyak dunia turut meperburuk pergerakan harga gula.  Ekspektasi ethanol yang diperkirakan akan jatuh membuat potensi peralihan produksi tebu dari ethanol ke gula menjadi isu kuat. Dampaknya suply gula dunia berpotensi meningkat dan membuat harga gula kembali jatuh.  Selain faktor tersebut nilai Real Brasil yang masih cenderung lemah terhadap Dolar Amerika memicu  ekspektasi peningkatan ekspor Brasil sehingga memberikan dorongan pelemahan terhadap harga gula.

read more

Pemerintah Berencana Pangkas Distributor Gula Rafinasi

SURABAYA (17/12/2014) Pemerintah berencana menghilangkan rantai distribusi untuk memasarkan gula rafinasi khususnya bagi industri kecil menengah (IKM), di mana nantinya akan digantikan oleh koperasi-koperasi agar lebih mudah dalam melakukan pengawasan.

Ke depan agar dilakukan melalui koperasi yang bisa dikontrol, di mana koperasi tersebut ditunjuk oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah,” kata Staf Ahli Menteri Perdagangan, Ardiansyah Parman, di Jakarta, Selasa.

Ardiansyah mengatakan berdasarkan hasil verifikasi dari Sucofindo, diperkirakan konsumsi IKM untuk gula rafinasi kurang lebih sebesar 400.000 ton per tahun, dan dengan adanya perhitungan tersebut maka tiap-tiap industri gula rafinasi hanya diperbolehkan menyuplai kurang lebih sebanyak 15 persen dari jumlah produksi.

read more

Alasan Gula Rafinasi Tak Boleh Masuk Pasar

SURABAYA (17/12/2014) Gula rafinasi alias gula putih hasil pengolahan masih mengandalkan impor. Hal itu dikarenakan pabrik gula di Indonesia masih belum bisa memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman.

Staf Ahli Kementrian Perdagangan, Ardiansyah, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki tiga jenis gula yakni gula raw sugar, gula kristal (putih) dan gula rafinasi. Dari ketiga jenis gula tersebut memiliki karakteristik yang berbeda.

Tingkat kebersihan gula itu beda ukurannya, tergantung bilangan imkumsanya. Makin kecil imkumsanya, makin bersih gulanya dan gula putih itu bahan baku gula rafinasi” ujar dia saat Media Briefing di Kementerian Perdagangan Selasa (16/12/2014)

read more

Petani Minta Pemerintah Beli Gula Lokal

SURABAYA (17/12/2014) Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Sumitro Samadikoen mendesak pemerintah untuk tidak memberikan izin impor gula mentah pada 2015. “Masih ada 400 ribu ton gula lokal yang belum terserap pasar,” ujarnya saat ditemui di Kementerian Perdagangan, Selasa, 16 Desember 2014.

Sumitro berpendapat, gula lokal sampai saat ini belum terserap pasar akibat adanya kebocoran gula mentah untuk pabrik makanan dan minuman. Data dari APTRI menunjukkan, pada 2014, sebanyak 800 ribu ton gula rafinasi masuk ke pasar konsumsi. Sedangkan realisasi impor per tanggal 16 Desember mencapai 2,6 juta ton dari total izin impor sebesar 2,8 juta ton.

read more