Featured Whistle Blowing System (WBS) PTPN XI Telah Diluncurkan

SURABAYA (22/05/2015) Dalam rangka meningkatkan kualitas transparansi, akuntabilitas dan fairness dalam praktik tata kelola yang baik, PT Perkebunan Nusantara XI menerapkan dan mensosialisasikan pedoman/sistem pelaporan pelanggaran atau lebih dikenal dengan istilah Whistle Blowing System (WBS) yang dapat menampung pengaduan dan pelaporan dari pihak internal maupun eksternal perusahaan.

Melalui penerapan WBS ini diharapkan secara efektif dapat meningkatkan partisipasi stakeholders perusahaan untuk lebih memiliki kepedulian terhadap terciptanya iklim usaha yang sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) melalui tindakan pencegahan dan menginformasikan kepada pihak perusahaan yang berhak dan berwenang untuk menangani atas dugaan pelanggaran prinsip-prinsip GCG dan kecurangan (fraud) tersebut sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.

read more

Jokowi Beri Kejutan Naikkan HPP Gula

SURABAYA (22/05/2015) KedatanganPresiden Joko Widodo (Jokowi) ke Pabrik Gula (PG) Gempolkrep, Gedeg, Mojokerto, Kamis (21/5) membawa angin segar bagi petani tebu. Mereka mendapat kejutan berupa kepastian nilai harga pokok penjualan (HPP) gula kristal putih (GKP) 2015.

Jawa Pos Radar Mojokerto melaporkan, melalui Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, pemerintah menetapkan HPP untuk musim giling tahun ini sebesar Rp 8.900 per kilogram (kg). ”Sesuai dengan aturan, gula kristal putih yang dikonsumsi HPP-nya ditetapkan Rp 8.900 per kilogram. Mungkin hanya itu yang bisa disampaikan dan diumumkan saat ini,” kata Gobel saat menjawab desakan petani tebu PTPN X dalam kunker Presiden Jokowi di PG Gempolkrep kemarin.

read more

Pelaku Industri Tak Yakin Impor Gula Mentah Bisa Disetop

SURABAYA (22/05/2015) Kewajiban pelaku industri gula rafinasi untuk memiliki lahan tebu sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan dinilai belum bisa sepenuhnya menghilangkan impor gula mentah.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Riyanto B. Yosokumoro mengatakan hal ini secara eksternal dipengaruhi peningkatan jumlah penduduk serta pertumbuhan industri makanan dan minuman. Sementara secara internal dipengaruhi oleh proses penanaman bertahap.

read more

Pemerintah Jamin Ketersediaan Lahan Tebu bagi Industri Gula Rafinasi

SURABAYA (22/05/2015) Pemerintah memberikan dukungan dan menjamin adanya ketersediaan lahan tebu bagi industri gula rafinasi. Hal ini sesuai dengan Undang-undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, yang mewajibkan industri gula rafinasi harus membuka lahan tebu dalam kurun waktu 3 tahun.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan, pemerintah bertanggung jawab untuk membantu industri gula rafinasi dalam penyediaan lahan tersebut. Pasalnya, undang-undang itu diterbitkan bukan atas kehendak pengusaha atau investor. Apalagi, masalah pengadaan lahan menjadi salah satu kendala yang dirasakan oleh industri gula rafinasi.

read more

(21/05) Tren Melemah, Harga Gula Dunia USD 356,90

GRAFIK HARGA. Har masih meneruskan tren melemah, harga gula menjadi USD 357,00

GRAFIK HARGA. Har masih meneruskan tren melemah, harga gula menjadi USD 357,00

SURABAYA (22/05/2015) Harga gula kristal putih (white sugar plantation) kembali melemah dalam transaksi Kamis (21/05) kemarin di bursa berjangka London LIFFE kontrak nomor 5. Untuk pengapalan bulan Agustus 2015 harga turun sebesar USD 3,70 menjadi USD 356. Untuk bulan Oktober 2015 harga menjadi USD 359,40 (turun USD 2,60), bulan Desember 2015 menjadi USD 366,00 (turun USD 2,60), bulan Maret 2016 menjadi USD 371,40 (turun USD 2,60), dan untuk pengapalan bulan Mei 2016 harga menjadi USD 378,00 atau turun sebesar USD 2,70.

read more