Korupsi Impor gula Rugikan Negara Rp3 triliun

SURABAYA (27/08/2015) Sejumlah  kalangan  mendesak  Komisi  Pemberantasan  Korupsi  (KPK)  untuk  mengusut  kebijakan  impor  gula  rafinasi  sebanyak  6  juta  ton  yang  berpotensi  merugikan  keuangan  negara  hingga  3  triliun  rupiah.

Penetapan  impor  gula itu diduga masuk kategori tindak pidana sebab membuat  industri  gula  di  dalam  negeri  tak  bisa  merevitalisasi  hingga  enam  tahun  mendatang.  Lagi  pula,  konsumsi  gula  nasional  maksimal hanya 5 juta ton.

read more

2016, Pabrik Gula Wajib Hasilkan Rendemen 10 Persen

SURABAYA (27/08/2015) Mulai 2016, seluruh pabrik gula (PG) Jawa Timur wajib menghasilkan rendemen 10 persen. Ini setelah Jatim memberlakukan Perda 17/2013 tentang Peningkatan Rendemen dan Hablur Tanaman Tebu. “Tahun depan Pabrik Gula harus bisa menghasilkan rendemen 10 persen sesuai Perda. Ini bisa dicapai jika PG patuh terhadap SoP lampiran Perda mulai dari perbaikan on farm berupa bibit dan perawatan yang bagus,” kata Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Moch Samsul Arifien, Rabu (26/8) Dari sisi off farm, kinerja PG juga kinerjanya harus lebih baik dengan mengedepankan tebu MBS (manis bersih segar). Selain itu, efisiensi juga harus dikedepankan serta tidak tunda penebangan dan sisa tebu untuk giling pagi tidak boleh melebihi 15 persen dari stok hari sebelumnya. Jika capaian rendemen tidak mencapai 10 persen, maka PG akan dinilai tim terlebih dulu untuk mencapai kendala yang ada. Tim pemantau rendemen dibentuk sejak awal 2012 silam. Terdiri dari 12 orang dari perwakilan empat perguruan tinggi, yakni Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Jember, dan Universitas Trunojoyo. Tim diketuai oleh Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan. Untuk memaksimalkan kinerja tim, Disbun bersama Biro Sumber Daya Alam Setdaprov Jatim ditunjuk sebagai pengarah teknis. “Tim bertugas menginvestigasi persoalan rendemen dari perkebunan tebu hingga proses di PG di seluruh Jatim,” ujar Samsul. Dia menuturkan, dengan adanya regulasi tersebut bisa jadi payung hukum untuk mengatur rendeman dan hablur tanaman tebu di Jatim. Pengaturan ini penting dilakukan sejak awal, mulai dari penyediaan lahan, penyediaan bibit unggul, perlakukan, pengelolaan serta pemeliharaan tanaman tebu, hingga proses pengelolaan yang dilakukan manajemen industri gula. Pada musim giling tahun ini sudah ada PG yang mampu mencapai rendemen 10 persen yakni PG Rejosari Madiun. PG yang dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI berhasil mencapai rendemen yang fantastis yakni di atas 10 persen. “Capaian rendemen tahun ini sangat bagus. Bahkan tertinggi rendemen mencapai 10,2 persen unutk PG Rejosari. Disusul PG Asembagus bisamencapai 9,2 persen,” kata Dirut PTPN XI, Dolly P Pulungan. (Jo/Sumber:Disini)

Pabrik Gula PTPN XI Siap Pacu Produksi Semester II

SURABAYA (27/08/2015) Sejumlah pabrik gula milik PT Perkebunan Nusantara XI memacu nilai produksi gula di paruh kedua tahun ini.

Pasalnya, pada Agustus dan September diklaim sebagai peak season masa giling tebu. Selain itu, pabrik gula mulai berani mengambil langkah inovatif demi kelangsungan operasi.

Pabrik Gula (PG) Kedawoeng misalnya. Kendati baru terealisasi 45% pada semester I/2015, PG tersebut optimistis mencapai target produksi yang dipatok 23.000 ton di akhir tahun.

Adapun jumlah tersebut naik 13,7% dari pencapaian tahun lalu 19.000 ton gula.

read more

Semester I, PTPN XI Bukukan Laba Rp 12 Miliar

SURABAYA (27/08/2015) Kinerja PTPN XI dalam semester pertama tahun ini semakin mengeliat kearah kemajuan. Direktur Utama PTPN XI Dolly P. Pulungan mengatakan kinerja pabrik meningkat karena perseroan menerapkan sistem respons cepat atas perubahan di lapangan.

Perpaduan antara semangat dan keputusan cepat membuat pabrik termotivasi bekerja maksimal,” akunya.

Hingga semester 1 ini PTPN XI telah membukukan laba 12 miliar jauh melampaui proyeksi rencana yang biasanya merugi karena baru mulai giling. Menurut Pulungan, hal ini terjadi karena pihaknya mulai mampu mengatasi masalah dilapangan dan cepat serta   mendatangkan sejumlah konsultan turut memberikan ilmu baru.

read more

Sentimen Negatif, Harga Gula Dunia USD 334,20

SURABAYA (27/08/2015) harga gula dunia ditutup melemah melanjutkan pola konsolidasi setelah sempat terjun bebas ke level paling rendah dalam tujuh tahun terakhir pada transaksi Selasa (25/08) lalu. Pergerakan harga gula tersebut dipengaruhi oleh kenaikan nilai tukar dolar dan melemahnya harga minyak mentah. Terlebih secara tehnikal harga gula dunia sudah menunjukkan kondisi yang sangat jenuh. Meski kondisi jenuh jual sudah sangat kental harga komoditas ini belum menmukan pijakan untuk bergerak rebound.

read more